SISTEM INFORMASI KEFARMASIAN DI ERA DIGITAL

      Comments Off on SISTEM INFORMASI KEFARMASIAN DI ERA DIGITAL

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Tahun : 2025
  • Penulis : Hafizhatul Abadi, Shaflina Izar, Vivi Eulis Diana, Lilik Septiana, Rizka Hasmi Nasution, Mayang Sari
  • Editor : Roni Gunawan
  • ISBN : 978-634-04-0518-7 (PDF)
  • Penerbit : IKH Press
  • Lokasi : Medan-Sumatera Utara
  • Jumlah Halaman : 105 halaman

Buku ini membuka wawasan pembaca pada transformasi mendasar yang sedang terjadi dalam bidang kefarmasian melalui integrasi teknologi informasi. Dimulai dengan pengantar konsep dasar sistem informasi dan peran informatika farmasi, pembaca diajak memahami bagaimana data mentah diolah menjadi informasi klinis yang krusial untuk keselamatan pasien dan efisiensi operasional apotek maupun instalasi farmasi rumah sakit.

Selanjutnya, buku menelusuri arsitektur teknologi pendukung—meliputi infrastruktur hardware, software, dan basis data—serta menggambarkan model-model pengolahan data (ETL, middleware, API, SOA). Penjelasan mendetail tentang sub-sistem utama instalasi farmasi dan apotek memaparkan alur kerja mulai dari manajemen persediaan, pemesanan obat, hingga pelaporan stok dan analitik penggunaan obat.

Di bab tengah, pembahasan difokuskan pada aplikasi klinis: e-prescribing, Computerized Physician Order Entry (CPOE), dan Barcode Medication Administration (BCMA) sebagai pilar pencegahan kesalahan pemberian obat. Bab Rekam Medis Elektronik dan Telefarmasi menggambarkan integrasi data pasien untuk layanan jarak jauh, memaparkan studi kasus implemen­tasi serta manfaatnya bagi praktik kefarmasian modern.

Puncak kitab ini adalah eksplorasi analitik big data untuk riset obat dan pengambilan keputusan klinis, diikuti oleh bab terakhir yang menyoroti tantangan keamanan siber, privasi data pasien, serta kepatuhan pada regulasi nasional (PMK, PP) dan standar internasional. Ditutup dengan rekomendasi best practices dan roadmap adopsi sistem informasi kefarmasian, buku ini menjadi panduan komprehensif bagi apoteker, manajer TI, maupun pengembang perangkat lunak kesehatan yang ingin mengakselerasi layanan kefarmasian di era digital.