BEYOND SUSTAINABILITY: MODEL PARIWISATA REGENERATIF DAN EKONOMI KOMUNITAS DI ERA DISRUPSI

      Comments Off on BEYOND SUSTAINABILITY: MODEL PARIWISATA REGENERATIF DAN EKONOMI KOMUNITAS DI ERA DISRUPSI

 

 

 

 

 

 

 

  • Tahun : 2026
  • Penulis :Aditiya Pratama Daryana, S.Par., M.M, Vina Gabriella Saragih, M.M, Dr. Ramadha Yanti Parinduri, M.Si, Amalia Akita, S.K.M., M.Kes
  • ISBN :
  • Penerbit : IKH Press
  • Lokasi : Medan-Sumatera Utara
  • Jumlah Halaman : 170 halaman

Buku Beyond Sustainability: Model Pariwisata Regeneratif dan Ekonomi Komunitas di Era Disrupsi membahas transformasi paradigma pariwisata dari pendekatan keberlanjutan konvensional menuju pendekatan regeneratif yang lebih transformatif. Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa sektor pariwisata menghadapi krisis global multidimensional seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, ketimpangan sosial, dan disrupsi digital. Oleh karena itu, pariwisata tidak lagi dapat dipahami sekadar sebagai sektor ekonomi berbasis pertumbuhan, tetapi sebagai sistem sosial-ekologis yang membutuhkan pendekatan baru untuk menjaga keseimbangan sekaligus memulihkan ekosistem dan memperkuat komunitas lokal.

Secara konseptual, buku ini menjelaskan evolusi pemikiran dari pariwisata berkelanjutan menuju pariwisata regeneratif. Jika pariwisata berkelanjutan berfokus pada mitigasi dampak dan menjaga keseimbangan ekonomi-sosial-lingkungan, pendekatan regeneratif menekankan pemulihan sistem ekologis, penguatan kapasitas komunitas, serta penciptaan dampak positif bersih bagi destinasi. Pendekatan ini memandang destinasi sebagai sistem hidup yang dinamis, sehingga pembangunan pariwisata harus bersifat adaptif, kolaboratif, dan berbasis nilai sosial-ekologis jangka panjang.

Selain aspek konseptual, buku ini menyoroti peran ekonomi komunitas, tata kelola kolaboratif, pengalaman wisata transformatif, serta inovasi digital dalam membangun destinasi yang tangguh. Model yang ditawarkan menempatkan komunitas lokal sebagai aktor utama, mendorong keadilan sosial-ekologis, dan memanfaatkan teknologi untuk ketahanan destinasi di era disrupsi. Dalam konteks Indonesia, pendekatan pariwisata regeneratif dipandang relevan karena selaras dengan kearifan lokal, keanekaragaman budaya, serta kebutuhan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.